Aku menjelma bulan—di waktu siang milik matahari. Redup dan remang; saat semua terasa bersinar. Ketanpaan dan ketiadaan malam adalah ketidak berartian bagi keindahan bulan. Di kejauhan sana—ada sesuatu harapan demi harapan bagi bulan; malam akan datang—bersama bintang kuhiasi malam. Tujuan hidupku hari ini; aku membiarkan harapan demi harapan— tumbuh dan terjawab; tak usah resah dan gundah—sebab gelap masi saja milik malam bahkan Tuhan pun menikmatinya.
Langit tak pernah tanggal dari sepasang mata dan kesedihan Hujan dan awan kisah jernih tunas hijau bagi burung bersarang Kau gagal mematahkan hati seorang petualang dan gudang pertanyaan Sunyi menjadi pohon rimbun tempat langkah mencari arah Jangan percaya pada sebuah kehilangan—sebelum kau menyelam kepada kenyataan . Segala yang tiada, sinar cahaya menjadi gelap gemerlap melebur kenyataan Menjadi sungai deras di alam kepala. Seperti seorang wartawan yang memburu kasus besar Berharap dapat mengungkapkan bagi kemanfaatan keingin tahuan orang-orang Lagi, dada menjadi laut saat segala gelap dikatakan kehidupan Khayalan begitu panjang terseret perasaan menuju gerbang kemarahan . Yang tiada tara lepas mereda adalah harapan kehidupakehidupan bebas dengan segala yang usai Lagi, jarak memanggil pulang mencari arah kehidupan demi ketentraman tanya yang tumbuh sebagai pohon abadi kesunyian. Sehilang arah ini khayalan membawa hidup diambang batas kenyataan Lagi; kesetian pada duk...
Komentar
Posting Komentar