Langsung ke konten utama

Hilang Arah



Langit tak pernah tanggal dari sepasang mata dan kesedihan

Hujan dan awan kisah jernih tunas hijau bagi burung bersarang

Kau gagal mematahkan hati seorang petualang dan gudang pertanyaan

Sunyi menjadi pohon rimbun tempat langkah mencari arah

Jangan percaya pada sebuah kehilangan—sebelum kau menyelam kepada kenyataan

.

Segala yang tiada, sinar cahaya menjadi gelap gemerlap melebur kenyataan

Menjadi sungai deras di alam kepala. Seperti seorang wartawan yang memburu kasus besar

Berharap dapat mengungkapkan bagi kemanfaatan keingin tahuan orang-orang 

Lagi, dada menjadi laut saat segala gelap dikatakan kehidupan 

Khayalan begitu panjang terseret perasaan menuju gerbang kemarahan

.

Yang tiada tara lepas mereda adalah harapan kehidupakehidupan bebas dengan segala yang usai

Lagi, jarak memanggil pulang mencari arah kehidupan demi ketentraman tanya yang tumbuh sebagai pohon abadi kesunyian. 

Sehilang arah ini khayalan membawa hidup diambang batas kenyataan

Lagi; kesetian pada duka, tanya dan kemarahan bagi diri sendiri

.

Bekasi, 2020



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada