Langsung ke konten utama

Sebelum 2020 Usai

Ketika itu, di meja itu segala yang ada sunyi ketika

Kata-kata berhamburan di hadapan mata kita

Beberapa orang memilih diam dan enggan menghiraukan

Saat kata-kata selesai; kita sepi yang ragu merelakan

.

Kutanya kenapa! Seorang ahli psikiater berkata: Mata Ambisi

Semakin sunyi, antara dosis obat yang membisu dan membius

Perlahan mencumbu, rindu yang pagi tersaji dalam secangkir kopi

Malam adalah pagi yang siang menjelang senja di batas cakrawala

.

Segala yang tertinggal meninggalkan pelukan menghilangkan pagi

Cuaca badai yang mencumbu menerka pelangi saat sunyi sepi bagi diri sendiri

Fatwa kemarin; “Sendiri adalah cara terbaik membunuh sepi” tak relevan

Sebab, sendiri perlahan mencumbu bayang dan hidup dalam dunia lain

.

Aku majnun! Kisah panjang menelusuri layla

Aku rahwana! Kisah buas demi sinta

Aku Pablo Neureda! Kisah kematian surat cinta soneta

Atau aku yang gelap, dalam melodi dada dan kepala! Sungguh kau masi teramat cahaya.

.

Jakarta, 2020


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada