Langsung ke konten utama

Sepasang sepatu dan kisahnya

Sepasang sepatu yang tak pernah sampai
.
Sore hari sepasang sepatu berjalan di dekat bibir pantai
Ia menerka cakrawala merah merona akan segera tiba
Sebelum cakrawala tiba, ia menulis sebuah nama di dekat bibir pantai
Untuk persiapan menyambut cakrawala dan merayakannya sambil berduka
Beberapa menit kemudian, cakrawala tak kunjung datang
Sepasang sepatu kini merasa kesepian dan sebuah nama yang ia tulis di dekat bibir pantai di sapu hilang oleh air pasang
.
Sepasang sepatu kini berjalan tak lagi di dekat bibir pantai, ia memilih berjalan di sebuah halaman dan menemukan sekuntum mawar
Ia kembali menerka; mawar indah apa adanya
Dan setiap hari ia selalu kembali kehalaman demi melihat dan menatap mawar
Tapi di hari itu ketika ia kembali, mawarnya hilang dan sepasang sepatu berjalan kesepian
.
Kini sepasang sepatu berlari keseluruh arah, menginjak jam tangan tanpa baterai dan sebuah bingkai tanpa ia kenal dalam-dalam pemiliknya, ia memohon maaf dan selalu di tolak. Ia melihat sebuah buku-buku dan miniatur arsitektur di sebuah jendela pemilik rumah, dan ia tak menoleh, terus berlari, ia harus tiba meski tak sampai
.
Sore hari sewaktu ia kelelahan, ia kembali menerka, cakrawala merah merona akan segera tiba, di dekat jendela, bahkan setiap hari ia mengintip jendela ingin memastikan cakrawala merah merona tiba, ia bermimpi ingin bertatapan langsung dengan senja sebelum akhirnya ia kembali terluka
.
Bekasi, April 2019


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada