Langsung ke konten utama

Postingan

14

Aku menjelma bulan—di waktu siang milik matahari. Redup dan remang; saat semua terasa bersinar. Ketanpaan dan ketiadaan malam adalah ketidak berartian bagi keindahan bulan. Di kejauhan sana—ada sesuatu harapan demi harapan bagi bulan; malam akan datang—bersama bintang kuhiasi malam. Tujuan hidupku hari ini; aku membiarkan harapan demi harapan— tumbuh dan terjawab; tak usah resah dan gundah—sebab gelap masi saja milik malam bahkan Tuhan pun menikmatinya.

Sajak Untuk Primadona

Sewaktu malam masih teramat muda Bulan berbentuk sabit dibalik kaca; menawan—rupawan, seperti belah semangka; pun seperti senyum yang kutemukan saat itu. Angin malam berdesik-desik; daun-daun jatuh dari ranting; cahaya purnama memancar ketajaman mata gadis Primadona di suatu sore itu. Ada suatu yang tak mesti diungkapkan pada purnama sebilah kemilau—hanya mampu diratapi pun dinikmati; bagaimana cahaya itu bernyanyi.

Peserta SAs!

Hal yang aku suka tentang alam—mentadaburkan dan mentafakurkan, bersahabat dan memberi manfaat bagi kesesakan nafas diperkotaan, misalnya. Yahh persis sebuah sekolah bernama SASI—iyaa tidak hanya menguji pengetahuan yang kelak di dongengkan kepada anak-anak; tapi ia mendahulukan bertanya siapa diri? Apa kenikmatan jadi diri sendiri? Dan bagaimana diri mengabstraksikan diri itu sendiri. Persis alam semstinya~ Salam untuk alam, siapapun itu yang bersama alam.

"Maaf Tuhan, Aku Sibuk"

Aku mencari-Mu Dalam dunia filsafat Dan aku tersesat . Aku mencari-Mu Dalam dunia syariat Dan aku tidak melihat . Aku mencari-Mu Dalam dunia hakikat Dan aku di hukum para malaikat . Aku mencari-Mu Dalam alam cinta Dan aku menjadi orang paling terluka . Dan ketika aku tidak mencari-Mu Aku menjadi orang yang tidak hidup . Bahwa jalan-Mu adalah jalan mereka yang menjadi Aku Aku rindu itu ~ . (Bekasi, 18 Desember 2018).

Bumi Manusia

Bumi manusia memang selalu memiliki keunikannya, di kota kebosanan adalah hal yang paling cepat datang, dan lebih mendekatkan kepada banyak penyakit. Tapi di desa, orang-orang lebih cepat bahagia dan merasa tenang, meski rasa penasaran akan kota selalu menyerang. Bumi manusia selalu demikian, orang-orang di desa bekerja untuk keperluan kehidupan. Di kota, orang-orang bekerja untuk sebuah kekayaan, tak perlu memikirkan haram dan halal. Ah, Bumi Manusia~

Terimakasih

Dalam hening tercipta—aku ingin ucapkan terimakasih kepada seluruh yang ada dan pernah ada, orang tua, keluarga, dan teman teman yang kerap kali berjumpa lalu pergi meninggalkan cerita ataupun dia yang mewarnai hati baik pada saat jatuh cinta maupun terluka karna patah hati semata. Aku menyadari dari setiap kejadian, bukanlah hanya sebuah kebetulan semata, melainkan takdir yang memeluk setiap kehidupan, dari lubuk hati yang dalam, aku ingin ucapkan terima kasih telah mengajari untuk tetap hidup dan tumbuh; untuk tetap rapuh; jatuh dan kembali bangkit menyeluruh, aku sadar dalam hidup singgah dan pergi adalah suatu kemestian bahkan siklus hidup yang tak mungkin terlewatkan atau bahkan tertinggal. Aku sadar apa yang aku inginkan tak semestinya tercapai; sebab manusia hidup hanya sebatas kebutuhan dan kecukupan. Dan aku pula sadar apa yang menjadi milik kita—tak akan mungkin hilang dan tenggelam. Dan dari kalian aku belajar; hidup adalah suatu kemestian berdiri dikaki sendiri. Terimakasih...

Sahabat Juli

Pada umumnya: kita teman yang hanya sekedar kenal nama, seperti kebanyakan teman-teman lainnya dalam naungan pondok pesantren Attaqwa (Penjara Suci), saling tegur, menyapa bahkan candaa dan berbagi cerita tentang hidup yang kita kira hanya sementara. Waktu merubah banyak hal: yang tadinya hanya sekedar kenal nama kini berubah menjadi saling kenal dalam cerita. Aku ingat: awal pertama kali kita merayakan Juli disebrang pulau Jakarta ibu kota Indonesia, yang orang bilang "sekejam-kejamnya ibu tiri lebih kejam ibu kota" yah dikepulauan Tidung atau nama lainnya Pulau Jembatan Cinta; disana kita habiskan waktu selama tiga hari dari mulai makan di persimpangan laut dengan lauk pauk sederhana sampai kita minum es kelapa disebrang pulau kecil yang terhubung dengan kepulauan yang kita singgahi, konon dalam mitos pulau kecil tersebut adalah "wanita", bersepedaa lalu terjatuh jungkirbalik, hehehe dan masi banyak hal lainnya kita lewati, ah rasanya saat itu. Seperti kubilang ta...