Langsung ke konten utama

Karakteristik Cinta Dalam Teori Psikologi Islam


Prof. Achmad Mubarok, MA.

1. Cinta Terhadap Diri Sendiri

Karakteristik ini bersifat individual. Biasanya seseorang seperti ini lebih mementingkan diri sendiri, mislanya ketika berkeluarga salah satu contohnya jika tak mendapat pelayanan baik dari salah satu pasangan seseorang tersebut merasa dirinya tidak dicintai, alhasil lebih menjadikan dendam sebagai dasar berumah tangga. Cinta yang memiliki karakteristik seperti ini adalah cinta paling rendah.

2. Cinta Transaksional

Istilah betawi “Lu Jual W Beli” karakteristik cinta seperti ini cendrung kepada hal yang menguntungkan, jika dirinya merasa dirugikan maka cintanya akan hilang. Cinta yang memiliki karakteristik ini adalah cinta yang lebih baik dari pada karaketeristik cinta yang pertama.

3. Cinta Pada Kebaikan Orang

Karakteristik Cinta yang ketiga ini adalah karakteristik yang lebih baik dari karakteristik cinta pertama dan kedua, bersifat mencintai tokoh yang telah berbuat baik, misalnya kita pasti dalam hidup pernah mengagummi seseorang atas kebaikannya.

4. Cinta terhadap kebaikan itu sendiri

Cinta terhadap kebaikan itu sendiri menjadi karakteristik yang paling mulia dibandingkan karakteristik lainnya, karna seseorang yang memiliki cinta terhadap kebaikan cendrung ringan tangan, suka menolong, dan tidak anti terhadap sosial. Bersifat merdeka, lebih dikhususkan untuk orang-orang yang beragama, karna seseorang tersebut memiliki keyakinan bahwa Tuhan Maha Mencintai.


Refrensi: Kajian Subuh Masjid Ghoir Jami’ Aminussalam Pemateri Prof. Acmad Mubarok, MA.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada