Langsung ke konten utama

Peluk-Nya

(To: Abuya KH. Nurul Anwar & Ustadzh Hj Nurlailah Burhani)


Tentang isyarat semalam

Dunia gelap meratap kesedihan

Dalam kegaiban yang belum juga padam

Merintih, tertatih, suara seruling kesunyian


Pagi sekawanan burung yang tidak lebih baik dari kata lalu

Telphon genggam menyulam getar aliran darah di balik jari jemari

Sebuah pesan singkat merubah ruang dan raung kesunyian yang semakin menderu

Hening cipta antar doa dan setumpuk dosa merasuk telinga dan dada seperti tertipu waktu


Kala itu, wajahmu masi terbayang-terkenang dalam peristiwa penyesalan 

Saat ada seorang menampar pipi mereka yang pipimu

Setiba senyummu mekar mengalihkan ketakutan menjadi kesejukan 

Kau tidak lain, adalah mata air tempat kami berwudhu


Semua mereka yang hadir bersedih, langit sejuk mewakili kalimat tasbih

Al Wadud, yang mencitai melebihi makna cinta sendiri. 

Pulang, rumah adalah hal yang tenang. 

Tanpa mereka tahu, sepasang kekasih di peluk oleh kasih-Nya

.

Bekasi, Oktober 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada