Langsung ke konten utama

1442 H

 Debu menjelma diriku hingga cermin tak ingin di tatap sebab tak sudi di tetap

Tahun menjelma waktu; segala hal apa yang dulu begitu teramat kelabu

Perjalanan, begitu terurai oleh keras tenaga dalam tabiat dosa

Antar kepala dan dada bertengkar hebat hingga meniadakan keyakinan

.

Hingga tahun dan akhir mengukir indah segala kegagalan dalam keresahan

Tak ada waktu yang berlalu dalam kurung tanya masa lalu; mengias mengais cepat berlalu

Setiap manusia adalah musafir; sebab hidup adalah perjalanan, sebuah nasihat dari penyair

Musafir ini, Rabb, telah mengukir lumpur sebuah umur yang selalu berpaling dari syukur

.

Rabb, andai Tahun baru adalah cari terbaik ayat tersirat-Mu mengubah segala 

Baik kata kerja dan benda; diriku mentransformasi harapan kembali memperbaiki diri

Dalam sabda; keikhlasan, kesabaran dan keridhoan tentang kemusafiran ini

Pada pusaraku kelak, tertulis “Jiwaku adalah pejuang yang ingin tenang bersama Tuhan, tanpa perlu lagi risau dan khawatir. Meski aku mati kesepian”.

.

Selamat Tahun Baru 1442 H.


Bekasi, 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada