Langsung ke konten utama

Yang Selalu Hidup


Pada kesempatan yang berbahagia kala itu, Alhamdulilah kami Al-Absya masih diberikan kesempatan untuk bisa bersilaturahmi kerumah Abuya KH. Nurul Anwar, Lc. Pimpinan pondok pesantren Attaqwa putra Uj harapan Bekasi. Dalam kesempatan yang berbahagia itu Abuya menceritakan "Al imam Syafi'i di besarkan oleh murid-murid nya imam Al-Ghazali, imam Nawawi, imam Bukhari dan imam-imam lainnya. Dan mudah-mudahan KH. Noer Alie juga dibesarkan oleh kita selaku murid-murid nya. Beliau adalah seorang ulama sekaligus pejuang, pejuang dalam segala bidang, dibidang mana saja yang dibutuhkan bangsa dan umat. Langka, orang yang pejuang sekaligus ulama, sedikit jumlahnya. Ketika Ustdz jabar mengakui menulis di Malaysia tentang konsep pendidikan KH Noer Ali, itu tidak bakal di tolak, tetapi ketika ditanya mengapa anda ini begitu semangat menulis tentang KH Noer Ali, padahal dia bukan muridnya. Ini KH Noer Ali adalah seorang ulama sekaligus pejuang. Lalu tanpa berpikir panjang desertasi beliau diterima dengan judul tersebut" ~ Cerita Abuya KH Nurul Anwar Lc.
"Karna itu darah-darah seperti ini harus diteteskan kepada murid-muridnya KH Noer Ali, kalau sekarang yang masih menuntut ilmu silakan berjuang lewat ilmu, yang ekonomi berjuang lewat ekonomi, yang kesehatan berjuang lewat kesehatan dan dibidang-bidang lainnya. Intinya apapun profesi kalian nilai-nilai perjuangan dan keagamaan harus dilekatkan dalam setiap jiwa-jiwa kalian. Seperti pendiri pondok pesantren Attaqwa, BPK KH Noer Ali. Pejuang sekaligus Ulama"~ pesan KH Nurul Anwar Lc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Itu Pernah Menyinari

Sekitar pada tahun 1986 dalam rangka acara ratib atau walimatussafar doa sebelum keberangkatan ibadah haji. Tiga orang itu duduk dihadapan para jama’ah yang berkenan hadir untuk mendoakan calon jama’ah haji. Ketiga orang itu adalah Almaghfurllah KH. Noer Alie (posisi tengah), Ustdz H. Marzuki (Lurah Bahagia posisi kanan) dan ustdz H Mahbub (Sekertaris Almaghfurllah KH Noer Alie, posisi kiri). Hal ini mencerminkan pada nilai dakwah kultural.  Menurut Sulthon (hal 26:2003) dalam bukunya Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang menekankan pendekatan Islam kultural. Bentuk strategi penanaman nilai-nilai Agama terhadap kebudayaan, bukan mencampurkan adukan Agama dan Kebudayaan. Almaghfurllah KH Noer Alie salah satu ulama karismatik yang melakukan jalan dakwah kultural. Dalam hal ini penulis teringat pada pendapat Dr. Choliq Aly Ma'mur, MA yang mengatakan bahwa dakwah itu menjadi contoh bukan sekedar memberikan contoh. Maksud dari perkataan tersebut adalah kata dakwah tid...

“Di Hadapan Malam”

Aku adalah sebuah kehinaan yang mesti direnungkan Gelap pekatmu menyimpan cahaya yang tak bisa di tatap oleh mata-mata jahat Sunyi dan sepimu mencerminkan bahwa aku harus menangis tanpa air mata Anginmu sepoi, sesepoi usapan ibuku Namun tak kuasa meredahkan tangisku tanpa air mata Kejahatan-kejahatan yang kau punya hanya untuk menghukum diriku Kesucian-kesucian yang kau miliki hanya menjadikanku kehinaan yang tak pernah menyerah Di hadapan malam Aku adalah kebisuan tak bersuara Diamku tak punya air mata Tangisku sesak dalam dada